Coretan Cerita Mahmoud NR

DRAMA :

JUDUL : PETUALANGAN 5 SAHABAT

Oleh: Ibu Attik Roofiah, Mahmoud Nuuramin Rais

MI Muhammadiyah 2, Cipayung Depok

Pada liburan akhir tahun, kepala sekolah akan mengadakan kegiatan kemping di luar sekolah. Tetapi kepala sekolah tidak dapat ikut kegiatan ini karena ada kegiatan yang lain. Oleh karena itu beliau menunjuk Jastin (kelas 6) untuk menjadi panitia sekaligus mengawasi kegiatan ini
Hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Anak-anak sibuk mempersiapkan semua perlengkapan yang akan dibawa kemping untuk beberapa hari. Sampai di tempat tujuan mereka mendirikan tenda.
Jastin : Salam pramuka.
Siswa : Salam…
Jastin : Apa kabar adik-adik?
Siswa : Alhamdulillah luar biasa Allahu Akbar.
Jastin : Adik-adik hari ini sampai beberapa hari kedepan kita akan melakukan kegiatan kemping di sini. Kakak harap kalian bisa menjaga sikap selama berada di sini. Patuhi peraturan dan jagalah lingkungan. Jangan buang sampah sembarangan. Bisa dipahami?
Semua : Paham, Kak
Jastin : Untuk kelancaran kegiatan ini kakak akan membagi kalian menjadi 2 regu. Dan yang menjadi pimpinan regu adalah Paddle pop dan Zayn. Silahkan kalian memilih anggota regu. Setelah itu kalian boleh istirahat.
Semua : Siap, Kak.
Keesokan harinya setelah sholat subuh mereka berkumpul di lapanga untuk olahraga pagi.
Jastin : Adik-adik setelah olahraga kalian boleh mandi dan sarapan. Pukul 08.00 kita berkumpul lagi disini untuk kegiatan selanjutnya.
Zayn : Kak selanjutnya kegiatan kita apa?
Jastin : Kita akan membersihkan lingkungan sekitar tenda. Selanjutya ada beberapa game yang akan kita lakukan. Bersiap-siaplah kalian.
Setelah mandi dan sarapan kemudian mereka melakukan kegiatan seperti yang sudah dijadwalkan. Anak-anak senang dengan kegiatan ini.
Keesokan harinya tiba kegiatan yang ditunggu-tunggu semua anak yaitu lintas alam. Karena mereka bisa berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan yang indah.
Im : Ini kegiatan yang aku tunggu-tunggu. Pasti seru
Jastin : Adik-adik hari ini kita akan mengadakan lintas alam. Kakak harap tidak ada yang merubah papan petunjuk jalan dan hati-hati. Paddle pop, Zayn regu kalian siap?
Paddle pop dan Zayn : Siap kak
Jastin : Bagus. Kakak percaya kalian bisa melaksanakan tugas ini.
Paddle pop dan regunya memulai perjalanan lintas alam terlebih dahulu. Kemudian disusul Zayn dan regunya. Pemandangan alam di sekitar tempat kemping memang sungguh indah. Di setiap pos yang sudah ditentukan ada soal yang harus dijawab oleh masing-masing kelompok.
Namun di tengah jalan, Upin ingin bung air kecil. Paddle pop menyuruh Im untuk menemani Upin.
Upin : Aduh…aku udah gak tahan nih pingin buang air kecil
Paddle Pop : Im, kamu temani Upin ya
Im : Kenapa harus aku sih. Beny aja tuh. Lagian kenapa mesti ditemani sih. Dasar penakut
Beny : Kapten kan menyuruh kamu. Laksanakan tugas dong jangan lempar tanggung jawab
Paddle pop : Sudah…sudah jangan ribut. Selo kamu antar Upin ya
Selo : Siap komandan
Setelah beberapa saat Upin dan Selo tidak kembali juga. Paddle pop mulai khawatir
Paddle pop : Im, kamu susul mereka. Jangan-jangan mereka kesasar
Im : Hhh…merepotkan saja. Ya.. ya aku susul mereka
Setengah bersungut Im akhirnya pergi juga menyusul dua sahabatnya tadi. Tapi setelah lama ditunggu mereka bertiga tidak kunjung datang juga. Paddle pop mulai khawatir dengan keadaan teman-temannya.
Beny : Kemana sih mereka, buang air kecil aja kok lama banget. Keburu panas nih
Paddle pop : Ben, perasaanku jadi gak enak. Kita cari mereka yuk
Beny : Tapi perjalanan kita masih jauh. Aku takut kita kemalaman
Paddle pop : Ben, ini tanggung jawabku sebagai ketua regu. Mereka sahabat kita. Kalau terjadi apa-apa bagaimana?
Beny : Kalau kak Jastin marah…
Paddle pop : Aku yang akan menjelaskan pada kak Jastin
Beny : (menghela napas) Baiklah…
Kemudian mereka mencari sahabatnya yang hilang
Beny dan Paddle pop : Upin…Im…Selo…
Tiba-tiba terdengar teriakan
Im : Beny…Paddle pop…lari…
Tanpa pikir panjang keduanya lari sekencang-kencangnya
Paddle pop : Tunggu… Itu tadi seperti suara Im. Kita harus kembali
Beny : Jangan, bahaya. Aku takut
Paddle pop : Tapi kita harus menyelamatkan mereka, Ben
Beny : Sstt…sepertinya ada yang datang. Sembunyi
Beberapa saat kemudian terdengar suara orang bercakap-cakap
Roby : Kemana larinya bocah-bocah itu. Kalau ketangkap, awas kalian
Aliando : Ya sudah. Kita cari di tempat lain sebelum bos marah
Roby : Ayolah. Sebentar lagi malam tiba
Paddle pop : Ben, kamu dengar kan? Sepertinya mereka bukan orang baik
Beny : Ya kamu benar. Tapi kemana kita mencari teman-teman kita. Sudah sore nih
Paddle pop : Kita kembali ke tempat tadi. Siapa tahu ada petunjuk
Sementara di perkemahan Zayn dan regunya sudah tiba lebih dulu
Jastin : Madun, kamu tadi bertemu dengan Paddle pop dan regunya?
Madun : Tidak kak. Bukan mereka tadi jalan lebih dulu?
Ihsan : Memangnya ada apa kak?
Jastin : Sudah sore begini mereka belum sampai. Kakak mulai khawatir nih. Coba panggil Zayn
Madun : Zayn dipanggil kak Jastin
Zayn : Kakak memanggil saya? Ada apa ya kak?
Jastin : Kamu bertemu Paddle pop dan yang lainnya?
Zayn : Tidak kak
Jastin : Kemana ya mereka? Kita tunggu beberapa saat lagi. Kalau mereka belum datang juga kita cari mereka. Zayn, Madun dan Ihsan kamu ikut kakak yang lainnya tetap berjaga di tenda
Matahari mulai tenggelam. Malam pun datang. Udara dingin mulai menusuk tulang. Di sebuah rumah tua terdengar orang bercakap-cakap
Japut : Bos, mau kita apakan bocah-bocah ini?
Udin : Biarkan saja, yang penting mereka tidak mengganggu. Ayo tugas kita masih banyak. Barang-barang itu harus kita kirim besok
Japut : Kau temukan teman-teman anak ini?
Roby : Tidak. Mereka terlalu cepat larinya. Aku tidak bisa mengejarnya
Sementara di tempat Im, Upin dan Selo disekap
Upin : Im…Selo…aku takut
Selo : Sstt…jangan berisik. Nanti mereka dengar
Upin : Aku mau pulang… Hiks…hiks…
Im : Udah jangan nangis. Kita berdoa aja agar selamat
Upin : Im, Selo maafin aku ya. Gara-gara aku kalian jadi susah begini
Selo : Sudahlah Pin. Gak apa-apa bukan salah kamu kok. Namanya juga musibah, gak ada yang tahu. Betul gak Im?
Im : Yoi. Pin gak usah merasa bersalah. Kita kan sahabat. Yang namanya sahabat harus ada saat senang dan susah. Saling tolong menolong. Aku juga mau minta maaf. Tadi aku gak mau antar kamu
Upin : Ya gak apa-apa, Im
Beny : Kita ada dimana ya?
Paddle pop : Aku gak tahu. Tapi lihat itu ada rumah di seberang. Ayo kita kesana. Kita lewat jembatan itu
Beny : Tapi coba lihat. Ada papan peringatan. Dilarang menyeberang. Awas buaya dan sungai ini angker. Hih… aku takut pop
Paddle pop : Ben, hari gini masih percaya yang gituan. Please deh. Teman-teman kita mungkin dalam bahaya sekarang
Beny : Kita minta bantuan kak Jastin aja yuk
Paddle pop : Kelamaan Ben. Udah ayo
Perlahan-lahan Paddle pop dan Beny menyeberangi sungai dan sampai di seberang. Kemudian mereka mengendap-endap mendekati rumah kosong itu.
Roby : Ha..ha..ha.. Al kalau tiap hari hasil kita seperti ini bisa cepat kaya kita
Aliando : Ya Rob kamu benar. Aku bisa beli mobil dan rumah mewah
Udin : Sudah siap semuanya? Besok sebelum matahari terbit barang-barang ini harus dikirim
Japut : Siip…bos. Ayo cepat
Paddle pop : Ben ternyata mereka semua penjahat. Kita harus temukan teman-teman kita sebelum mereka tahu
Beny : Baiklah
Akhirnya mereka menemukan tempat Upin, Im dan Selo disekap
Beny : Sstt…sstt..Im…Im…Ini aku Beny
Im : Ben, kamu sama siapa? Mana Paddle pop?
Beny : Ngobrolnya nanti aja. Aku akan coba keluarkan kalian
Merekapun keluar dengan selamat dan bertemu paddle pop yang dari tadi berada di luar untuk mengamati keadaan sekitar
Paddle pop : Alhamdulillah, kalian gak apa-apa kan?
Upin : Alhamdulillah kami gak apa-apa
Selo : Untung kalian cepat datang. Kalau gak aku gak tahu deh
Im : Pop mereka itu penyelundup. Mereka menangkap hewan langka, mengambil tumbuhan langka dan benda-benda purbakala milik Indonesia untuk dijual ke luar negeri.
Beny : Jadi papan peringatan di jembatan itu untuk menakut-nakuti orang agar tidak sampai kesini sehingga usaha mereka tidak diketahui pihak berwajib
Paddle pop : Kamu betul. Kita harus lapor polisi
Selo : Tapi gimana caranya?
Paddle pop : Upin, Selo dan Beny kalian kembali ke kemah. Minta bantuan kak Jastin. Aku dan Im akan mengawasi penjahat-penjahat itu. Kalian hati-hati ya
Beny : Oke. Kalian juga hati-hati
Selo : Hhh…hhh…kita kemana lagi Ben?
Beny : Kita coba cari petunjuk tadi siang. Mudah-mudahan bisa mengantar kita ke perkemahan
Upin : Aahh…tolong…hantu…
Jastin : Kalian dari mana aja sih? Kenapa ada disini?
Upin, Beny, Selo : Kak Jastin, Zayn, Madun, Ihsan
Selo : Alhamdulillah kami ketemu kakak disini
Zayn : Paddle pop dan Beny kemana?
Madun : Ya, kok Cuma kalian bertiga?
Kemudian mereka menceritakan kejadian yang mereka alami tadi siang
Jastin : Kakak akan hubungi polisi. Kalian tunjukkan tempatnya
Malam semakin larut. Di tempat para penjahat
Roby : Japut bantu aku mengangkat barang-barang ini. Al, kamu periksa anak-anak itu
Aliando : Roby anak-anak itu lari
Roby : Cepat kejar jangan sampai lolos
Japut : Bos, bocah-bocah itu kabur
Udin : Apa… Gimana sih kalian. Jaga bocah kecil aja gak bisa. Cepat cari. Aku gak mau tahu pokoknya harus dapat
Japut : Ya bos
Udin : Bikin susah aja. Bisa gagal bisnisku
Roby dan Aliando : Hai kalian, berhenti
Paddle pop : Im lari
Paddle pop dan Im berlari sekuat tenaga. Mereka mencoba menjauh dari para penjahat yang terus mengejarnya
Roby : Ha..ha..ha kena kalian. Al, satu udah ketangkap. Kejar satunya
Aliando : Oke…
Rizki : Angkat tangan… Jangan bergerak. Kalian sudah dikepung. Lepaskan mereka
Satria : Terima kasih anak-anak. Berkat bantuan kalian semua kami dapat menangkap para penjahat ini. Pihak kepolisian sudah lama mengincar komplotan mereka. Banyak benda bersejarah dan kekayaan alam termasuk hewan dan tumbuhan yang dilindungi diselundupkan ke luar negeri. Ini sangat merugikan bangsa Indonesia dan melanggar undang-undang. Sekali lagi terima kasih atas kerjasamanya
Rizki : Kap… tersangka sudah diamankan beserta barang buktinya.
Satria : Baik, Segera bawa ke markas
Rizki : Siap… Laksanakan. Ayo jalan
Jastin : Kalian semua memang hebat. Kakak bangga dengan kalian
Upin : Siapa dulu dong kak…
Im : Huu… Gak ingat siapa yang nangis dan minta pulang
Upin : Im jangan buka rahasia dong
Semua : Ha…ha…ha…
Jastin : Baiklah adik-adik. Saatnya kita kembali. Rapikan tenda dan semua perlengkapan. Jangan lupa sampahnya. Ingat kita harus menjaga lingkungan agar tetap terjaga kelestariannya
Semua : Baik kak…
Petualangan yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Teman-teman jangan lupa ya kita harus melestarikan dan menjaga lingkungan. Terima kasih

S e l e s a i…..

Citayam – Bogor, 30 Januari 2016

Peran :

Nuris : Jastin (kakak pemandu)
Haikal : Paddle pop (ketua regu 1)
Imron : Im (anggota regu 1)
Nabil : Beny (anggota regu 1)
Ryan : Selo (anggota regu 1)
Muadz : Upin (anggota regu 1)
Jundi : Zayn (ketua regu 2)
Sahrul : Madun (anggota regu 2)
Adit : Ihsan (anggota regu 2)
Al Farizki : Udin (pimpinan penjahat)
Hamzah : Roby (penjahat 1)
Aji : Aliando (penjahat 2)
Putra : Japut (penjahat 3)
Juan : Satria (kapten polisi)
Sah’l : Rizki (polisi)