Fatwa MeRokok & Bunga Bank

Kalau kita sepakat pengertian FATWA merupakan penjelasan hukum terhadap atas suatu hal yang merupakan jawaban terhadap suatu pertanyaan yang disampaikan umat“. maka disini berarti ada pihak yang mengajukan pertanyaan (individu/kelompok) dan ada pihak yang memberikan jawaban (individu/kelompok – ulama/Majelis Ulama)…

Karenanya, fatwa MUI yang dihasilkan merupakan suatu produk hukum berdasarkan proses cukup serius yang mestinya dilakukan dengan sungguh (dengan berlandasarkan hukum naqli dan akli yang tepat). Ulama yang terlibat dalam ‘menggodok’ suatu fatwa pun tidak sembarangan, melibatkan ulama yang memiliki keahlian tertentu sesuai dengan FATWA yang akan dikeluarakan sebagaimana munculnya fatwa MEROKOK dan BUNGA BANK. Perpaduan pemikiran ulama fiqh/ushul fiqh dipadu dengan ulama (cendikawan) ekonomi/keuangan/kesehatan/pendidikan/sosial kemasyarakatan diharapkan menghasilkan fatwa yang tepat. Oleh karena itu keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) cukup membantu memberikan arahan kepada umat Islam dalam menjalankan kehidupan di dunia ini melalui fatwa-fatwa nya. MUI sebagai kumpulan dari ulama yang sifatnya individu, kelompok besar Islam di Indonesia (Muhammadiyah, NU, Persis) dan kelompok lainnya sehingga seharusnya semua fatwa yang dihasilkan dari fatwa MUI tersebut haruslah diikuti oleh semua pihak dan ummat yang berada dibawahnya. bukan malah mementahkan dari luar MUI sehingga masyarakat awam dan ummat setiap kelompok tidak menjadi kebingungan termasuk dalam hal ini pasca keluarnya FATWA BUNGA BANK dan MEROKOK…

Memang di Indonesia ini banyak hal yang aneh dan terkesan lucu ….jangankan merokok dan bunga yang dari awal perbedaannya antara hukumnya mubah atau makhruh, makanya ketika keluar fatwa HARAM dari MUI, banyak pihak yang kebakaran JENGGOT nya baik dari kalangan mayarakat awam (tukang becak, buruh bangunan), pejabat pemerintah termasuk yang menamakan dirinya Kyai, Habib, Ustadz sampai preman jalanan maupun preman berkerah PUTIH…apalagi cukong-cukong yang mendapatkan manfaatkan besar dari pengeluaran umat Islam untuk merokok, bahkan menjadikan orang terkaya di Indonesia dan masuk Asia.

Tetapi apabila kita menggunakan pendekatan MASLAHAH MURSALAH, dalam mencermati hukum me-Rokok & Bunga Bank untuk kepentingan yang lebih besar dan masa depan umat Islam di Indonesia ini… Bersungguh-sungguh meninggalkan hal yang sifatnya MAKRUH untuk mengantarkan kepada KEHORMATAN PRIBADI setiap umat muslim dimata umat Islam sendiri sehingga tidak ada lagi anak-anak yang merengek minta uang saku, minta uang sekolah, ibu yang minta belanja, ibu yang minta uang untuk ke berobat anaknya yang sakit tetapi Bapaknya bilang tidak punya uang sambil pegang ROKOK dan menancapkan ROKOK di mulutnya, tidak ada lagi pengemis di jalan-jalan tanpa malu sambil merokok, tidak ada lagi bapak-bapak yang antri daging qurban, antri mendapatkan zakat, antri sembako sambil MEROKOK… sehingga umat lainnya pun akan menaruh hormat dengan konsistensi kita sebagai umat IslamFatwa MUI tentang Merokok. dan meninggalkan sepenuhnya yang sifat HARAM agar menjadi umat Nabi Muhammad SAW sesungguhnya…

Memang ajaran Islam, selalu memberikan pilihan kepada umatnya. mau masuk pada kelompoknya malaikat atau kelompoknya syaithan…..

Wallahua’lambissawab, hanya kita yang dapat menjawab semua ituHukum Bunga_Fatwa MUI – Januari 2004 Hukum Merokok_Fatwa Majelis Tarjih & Tajdid Muhammadiyah – Maret 2010 Hukum Pornoaksi & Pornografi_Fatwa MUI – Februari 2001

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s