Soal UAS Pengantar Ekonomi Pembangunan, Smt Genap 2016/2017

Soal UAS Pengantar Ekonomi Pembangunan, Smt Genap 2016/2017

Yth. Mahasiswa/i

Terlampir, soal ujian akhir semester (UAS) bagi mahasiswa/i Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pengembangan Bisnis dan Manajemen (STIE PBM) Semester Genap  Tahun 2016/2017, yang menempuh Mata Kuliah Pengantar Ekonomi Pembangunan…

Silahkan dipelajari dan jawaban UAS MK PEP ditunggu paling lambat Rabu, 10 Mei 2017 ke alamat email sasli06@yahoo.co.id

Selamat belajar dan mengerjakan,

Dosen MK PEP

Sasli Rais, SE, MSi

Silahkan download di sini …170509_Soal UAS MK Pengantar Ekonomi Pembangunan, STIE PBM

Iklan

Mahmoud NR dari MI Muhammadiyah 2 sebagai Juara Bulutangkis pada KSM dan Aksioma KKMI Cipayung, Depok 2017

Mahmoud NR dari MI Muhammadiyah 2 sebagai Juara Bulutangkis pada KSM dan Aksioma KKMI Cipayung, Depok 2017

Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Cipayung, Kota Depok kembali menggelar ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dari tanggal 27-28 Maret 2017. Dalam ajang ini yang menjadi tuan rumah adalah MI Sirojul Athfal 2. Ajang KSM dan Aksioma ini diikuti oleh 12 MI yang ada di Kecamatan Cipayung, Kota Depok. 

Gambar 1, di atas (Pembagian hadiah bagi Juara KSM dan Aksioma 2017 di MI Sirojul Athfal 2, Cipayung Depok pada Selasa, 28 Maret 2017)

Untuk KSM ada dua kompetensi, yakni bidang pokok Matematika dicampur Agama Islam dan bidang pokok IPA dicampur Agama Islam. Sedangkan Aksioma ada Tahfizh Juz 30, MTQ, Pidato Bahasa Indonesia, Kaligrafi, Atletik Lari, Bulutangkis dan Futsal. Ajang KSM dan Aksioma se Kecamatan Cipayung, Kota Depok 2017 dibatas minimal Kelas 3 dan maksimal Kelas 5 saja.

Gambar 2, di atas ((Mahmoud Nuuramin Rais pada saat final Bulutangkis didampingi official dari MI Muhammadiyah 2 (Bapak Syahri dan Ibu Nihaya) dengan mendapatkan dukungan dari ibunya (Ibu Attik Roofiah))

Tujuan kegiatan untuk membangun citra madrasah sebagai basis pengembangan rohani, jasmani, skil dan intelektual, kemudian pengembangan potensi dan kreatifitas siswa, memberikan kesempatan dan penghargaan bagi siswa berprestasi sesuai dengan minat dan bakat untuk dapat aktualisasi diri. Dalam ajang KSM dan Aksioma ini, MI Muhammadiyah 2, Cipayung mengirimkan perwakilannya pada semua kegiatan yang diperlombakan ajang KSM dan Aksioma 2017, yang mayoritas merupakan Siswa Kelas 5. Salah satu peserta dari MI Muhammadiyah 2, Cipayung yang bernama Mahmoud Nuuramin  Rais (sering dipanggil teman-temannya Nuris), yang saat ini ada di Kelas 5.

Gambar 3,  di bawah (Mahmoud Nuuramin Rais dari MI Muhammadiyah 2 sedang mengangkat Tropi  Juara I Bulutangkis)

Nuuramin Rais (Nuris) menjadi JUARA I BULUTANGKIS setelah mengalahkan perwakilan dari MI Asholahiyyah di babak final. Sebenarnya, bukan hanya Mahmoud yang menjadi Juara I tetapi ada juga untuk bidang Atletik Lari dan Tahfizh. MI Muhammadiyah 2 juga mendapat juara pada bidang lainnya yaitu Juara II Futsal, yang dalam babak final dikalahkan oleh MI Al Hidayah; Juara III, Bidang Matematika dan Bidang IPA. Dengan mendapatkan juara di beberapa bidang ini, MI Muhammadiyah 2 menjadi JUARA UMUM ke II, sedangkan Juara Umum ke-I dari MI Sirojul Athfal 1 yang berarti ada peningkatan drastis atas hasil yang diperoleh MI Muhammadiyah 2 pada KSM dan Aksioma 2017. Hal ini sekaligus kado istimewa bagi Ibu Suprihatingsih, S.PdI yang baru beberapa minggu diangkat menjadi Kepala Sekolah MI Muhammadiyah 2, Cipayung menggantikan Bapak Iwan Setiawan, S.PdI

 

Gambar 4, di atas  (Tim Futsal dari MI Muhammadiyah 2 setelah menerima Tropi Juara II).

Semoga dengan ajang KSM dan Aksioma ini dapat menumbuhkan watak jujur, tekun, cermat dan berpandangan terbuka, membangun budaya kopetensi secara sehat dan sportif bukan hanya untuk siswa yang ikut ajang ini tetapi panitia dan pendukung dari masing-masing sekolah diharapkan dapat melaksanakan kondisi ini sehingga KSM dan Aksioma selanjutnya bukan hanya semata-mata mencari siswa juara tetapi juga menjadi juara sejati yaitu prilaku hasanah.

SELAMAT DEWAN GURU, SELAMAT ORANG TUA SISWA, SELAMAT PARA SISWA

Citayam, Bogor

29 Maret 2017

MI Muhammadiyah 2, Cipayung, Kota Depok mengikuti Kejurnas Pencak Silat Antar Pelajar Nasional

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah 2, Cipayung, Kota Depok pada tahun ini berpartisipasi ikut serta dalam Kejuaraan Pencak Silat Antar Pelajar Nasional. Kejurnas Pencak Silat Antar Pelajar ini dilaksanakan dari tanggal 16 s.d. 20 November 2016 di Pusat Pelatihan Pencak Silat Nasional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Hampir seluruh anggota IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) mengikuti Kejuaraan Tingkat Nasional ini, seperti Merpati Putih, Perisai Diri, dsb.

img-20161119-wa0000img-20161119-wa0001

Gambar 1 dan 2: Perwakilan Peserta MI Muhammadiyah 2, Kota Depok dari kiri Mahmoud Nuuramin Rais (Nusis), Putra, Jundi, Alif berphoto bersama dengan Kepala Sekolah (Bapak Iwan) dan Pelatih (Bapak Toni) sebelum turun bertanding.

Aktivitas pencak silat MI Muhammadiyah 2, Depok merupakan kegiatan ekstra kulikuler Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah atau disingkat Tapak Suci. Tapak Suci ini merupakan organisasi pencak silat yang secara resmi menjadi anggota IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Tapak Suci di MI Muhammadiyah karena merupakan kegiatan ekstra kulikuler maka setiap siswa selalu siap untuk setiap saat mengikuti apabila ada kejuaraan pencak silat.  Pada tahun ini, dengan Pelatih yang baru (Bapak Toni) maka siswa bersemangat untuk berlatih keras karena latihannya dikondisikan sesuai dengan kondisi bertandingan pencak silat sebenarnya.

20161119_082852

Gambar 3: Mahmoud Nuuramin Rais (Nusis) dan Putra berpose di depan spandung Kejunras Pencak Silat Antar Pelajar yang dipasang di pintu luar masuk gedung sebelum turun bertanding.

Perwakilan peserta siswa yang ikut Kejurnas Pencak Silat Antar Pelajar ini terdiri dari 6 siswa (5 orang dari kelas 5, 1 orang dari kelas 6) meskipun memang sangat disayangkan tidak ada perwakilan dari siswi. Memang untuk ikut dalam kejuaraan pencak silat seperti ini bekalnya bukan hanya cukup dengan semangat ikut, menguasai teknis beladiri, tetapi juga keberanian dan rasa percaya diri disamping dukungan orang tua tentunya. Oleh karena itu, dengan dukungan segenap dewan guru, orang tua dan siswa-siswi MI Muhammadiyah 2, maka seluruh perwakilan  (Nuris, Putra, Jundi, Alif, Hamzah) dilepas dengan menaiki taxi, ada yang naik motor dengan terikan semangat untuk menang, menang dan menang.

img-20161123-wa000020161119_105646

Gambar 4: Mahmoud Nuramin Rais (Nuris) sedang memasang pengaman sebelum turun bertanding pada Babak Kedua.

Memang semangat dan niatan untuk menang tidak selalu harus direalisasikan, perwakilan peserta Tapak Suci Muhammadiyah 2, Depok hanya sampai pada Babak Kedua. Namun, hal ini tidak menjadi masalah karena pendidikan bagi siswa-siswi itu bukan hanya tulisan di atas kertas. Namun pendidikan mental berani bertanding, mental menerima kekalahan, mental bekerja sama itu sangat berharga buat siswa di masa yang akan datang. Oleh karena itu, pada hakikatnya anak-anak telah menang dalam kejuaraan ini, karena anak-anak telah menang menaklukan rasa takut, rasa tidak percaya diri, rasa menang sendiri dan …..

20161119_14390820161119_105731

Gambar 5 dan 6: Photo Alif dan Nuris sedang bertanding.

Selamat buat siswa MI Muhammadiyah 2 yang telah berpartisipasi dalam Kejurnas Pencak Silat Antar Pelajar tahun ini. Semoga tahun depan dapat berpartispasi kembali…

MI Muhammadiyah ikut Kompetisi Sains Madrasah Tahun 2016 se Kec Cipayung, Depok

Kompetisi antar siswa, antar sekolah terutama di tingkat madrasah bukan semata-mata dijadikan sebagai ajang cari juara, tetapi lebih dari itu. Kompetisi siswa bukan hanya diuji kemampuan intelektualnya tetapi juga bagaimana kemampuan mental siswa dalam menghadapi kompetisi yang sedang diikutinya. Bagaimana siswa dilatih untuk berpikir nalar, berlatih sabar, berlatih ketelitian, berlatih berkomunikasi dan berinteraksi dengan dunia luar sekolahnya. Jadi, juara kompetisi hanya sebagai media menjaring siswa terbaik dari yang terbaik di sekolahnya masing-masing.

Oleh karena itu, siswa yang tidak menjadi juara di kompetisi antar sekolah ini, pada hakikatnya dia tetap menjadi juara karenanya pihak sekolah asal harus tetap memberikan penghargaan terhadap siswa-siswa yang ikut kompetisi antar sekolah ini. kegagalan dan keberhasilan anak didiknya merupakan sarana pemicu untuk memperbaiki diri, bahwa ternyata masih ada kekurangan internal sekolah yang menjadi media siswa melakukan proses belajar – mengajar selama ini. Ada yang perlu dibenahi dalam manajemen sekokah, perlu ditingkatkan kemampuan guru-guru bidangnya, ada yang perlu ditingkatkan cara mengajar gurunya, ada yang perlu diperbaiki sarana prasarana phisik yang ada meskipun tidak harus memberikan sesuatu yang baru kepada siswa didiknya,

Guru sebaga pendidik yang baik harus legowo menerima kritik dari siswa yang kritis untuk perbaiki diri, jangan langsung menyalahkan siswa yang kritis ini tetapi harus diarahkan pada hal yang positif karena pada dasarnya siswa kritis terhadap kemampuan dan sikap guru dalam memberikan proses belajar mengajar pada hakikatnya menjadi pembelajaran seluruh siswa yang ada, sekolah harus terbuka dalam mengelola sekolah baik kepada orang tua maupun siswa karena hal ini sebagai pembelajaran agar tidak terjadi kecurangan dan siswa akan mengingat-ingat hal ini untuk tidak melakukan kecurangan meskipun sekecil apapun yang Allah SWT pun marah apabila hambanya melakukan hal tersebut.

Jadi hasil kompetisi antar sekolah ini harus menjadi perenungan diri piminan madrasah, bahwa masih ada kekurangan selama ini yang ada di sekolah dari A sampai Z, termasuk dalam mempersiapkan anak didiknya untuk ikut serta dalam mengikuti ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) pada tahun 2016 sekarang, yang diadakan Madarasah Ibtidaiyyah Sirojul Athfal 1, Cipayung.

MI Muhammadiyah 2, sebagai bagian dari madrasah yang ada di Kecamatan Cipayung juga mengirimkan 3 (tiga0 perwakilan siswanya ke KSM 2016 ini. Mahmoud Nuuramin Rais (Bidang Ilmu Pengetahuan Alam), Alfun (Bidang Matematika), dan Bidang Pendidikan Agama Islam. Hal menarik dalam KSM 2016 ini, bukan hanya bidang yang diikuti siswa saja yang dikompetisikan tetapi semua siswa diuji juga kemampuan dan pemahaman keagamaannya termasuk membaca ayat Suci al-Qur’an.

Pada KSM 2016 ini, dari 3 (tiga0 bidang yang dikompetisikan ternyata MI Muhammadiyah 2 baru mampu meraih Juara III untuk Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan diwakili oleh Mahmoud Nuuramin Rais (siswa kelas IV, MI Muhammadiyah 2). Sedangkan Juara Umum diraih tuan rumah MI Sirojul Athfal 1 dengan meraih juara I (Bidang Matematika dan PAI) dan juara II (Bidang IPA).

20160409_140518

Mahmoud Nuuramin Rais (sebelah kiri), sebagai salah satu dari Tiga Perwakilan Siswa MI Muhammadiyah 2, Depok

20160409_151146 20160409_151122

Mahmoud Nuuramin Rais (nomor dua dari kanan), dari MI Muhammadiyah 2, Depok menerima hadiah Juara III, Bidang Ilmu Pengetahuan Alam dalam KSM 2016 di MI Sirojul Athfal 1, Cipayung – Kota Depok

20160409_151359

Mahmoud Nuuramin Rais (tengah), berphoto bersama 2 (dua) teman perwakilan dari MI Muhammadiyah 2, Depok didampingi Ibu Guru Pendamping, Ibu Neneng Kurniasih, SPd (sebelah kiri) dan Ibunya, Attik Roofiah, SPi (sebelah kanan) sebelum meninggalkan lokasi KSM 2016.

Selamat Mahmoud Nuuramin Rais, Selamat Dewan Guru dan Mi Muhammadiyah 2, Depok dan Selamat Ibu Attik Roofiah yang selalu setia mendampingi proses belajar putranya. Semoga Tahun Depan Dapat Lebih Baik Lagi…..

Man Jadda Wa Jada”Siapa yang bersungguh-sungguh maka akan menikmati hasilnya”

Citayam, Bogor : Senin, 11 Maret 2016

Grand Desain Pengembangan Kawasan Perdesaan Tahun 2015-2019

Salah satu program/kegiatan untuk mendukung program percepatan pembangunan daerah tertinggal selama RPJMN II (Tahun 2010-2014) yaitu program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) dan/ atau PNPM Daerah Tertinggal dan Khusus (PNPM DTK) dan kegiatan Percepatan Pembangunan Kawasan Perdesaan Terpadu (P2KPT) atau lebih dikenal juga dengan Bedah Desa.
Program P2DTK dan P2KPT merupakan instrumen utama Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) dalam melakukan koordinasi dan sinkronisasi kegiatan guna mempercepat pembangunan daerah tertinggal. Pelaksanaan P2KPT dengan pendekatan kewilayahan memerlukan integrasi, sinergi dan harmonisasi antar sektor terkait agar dapat berfungsi lebih efektif dan efisien. Program P2DTK diinisiasi pada tahun 2005 dan dilaksanakan dari tahun 2006 serta berakhir pada tahun 2012, sedangkan kegiatan P2KPT diinisiasi pada tahun 2010 dan dilaksanakan dari tahun 2011 sampai tahun 2014 ini.
Namun dalam pelaksanaannya, masih terdapat beberapa isu strategis yang belum terpecahkan dalam pelaksanaan kegiatan percepatan pembangunan kawasan perdesaan selama ini terutama terkait antara lain:
1) Belum terlaksananya sinergi lokus dan fokus terutama dengan kegiatan internal di lingkungan KPDT yang sifatnya sektoral terutama kegiatan (produk unggulan kabupaten sehinggaa menyebabkan pelaksanaan kegiatan pembangunan kawasan perdesaan berjalan dengan kaki sebelah (tidak sempurna) dimana pada akhirnya hasil yang didapatkan belum optimal;
2) Belum semua lokasi kawasan perdesaan memiliki Rencana Induk Kawasan Perdesaan Terpadu (Masterplan), Rencana Aksi dan Rencana Investasi sehingga kegiatan yang dilaksanakan pada kawasan perdesaan belum terarah.
3) Dengan telah disahkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No 6 Tahun 2014, dan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa, dimana salah satu isi pasalnya adalah terkait dengan pembangunan kawasan perdesaan sehingga perlu segera ditindalanjuti dengan kebijakan teknis dan dokumen operasionalnya.
4) Disamping itu, Asisten Deputi Urusan Perdesaan sendiri sampai saat ini belum memiliki grand design dan roadmap untuk menjadi acuan bagi daerah dalam membuat grand strategy dan rencana aksi daerah untuk pengembangan kawasan perdesaan di daerahnya.

Oleh karena itu, dalam rangka untuk memberikan arah bagi percepatan pembangunan kawasan perdesaan kedepannya, maka perlu dilakukan penyusunan Grand Design dan RoadmapPengembangan Kawasan Perdesaan Tahun 2015-2019.
Grand Design dan Roadmap ini memuat hal-hal berikut:
1) Pendahuluan;
2) Pendekatan dan Metodologi;
3) Pemberdayaan Masyarakat dalam Mendukung Pembangunan Kawasan Perdesaan;
4) Arah Kebijakan Pembangunan Kawasan Perdesaan;
5) Grand Design Pembangunan Kawasan Perdesaan, Tahun 2015-2019; dan
6) Road map Pembangunan Kawasan Perdesaan, Tahun 2015-2019.
Grand Design dan Roadmap ini diharapkan dapat memberikan arah kebijakan pelaksanaan pembangunan dan pengembangan kawasan perdesaan dapat berjalan secara efektif, efisien, terukur, konsisten, terintegrasi, melembaga dan berkelanjutan khususnya Keasdepan Urusan Perdesaan pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDT2) maupun Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah serta Kawasan Perdesaan.

Silahkan download di sini….Grand Desain Pengembangan Kawasan Perdesaan Tahun 2015-2019

Nuris Mengikuti Kompetisi Sains Madrasah 2015

Masyarakat sudah tidak lagi menjadikan madrasah (sekolah khusus agama) sebagai media pendidikan kelas 2 (alternatif saja), tetapi sudah menjadi lembaga pendidikan utama bagi orang tua untuk menitipkan anaknya dalam rangka proses mencari ilmu kehidupan. Lulusan madrasah sudah dapat disejajarkan dengan lulusan sekolah umum bahkan madrasah memiliki nilai PLUS dibandingkan dengan sekolah umum. Lulusan madrasah lebih mudah beradaptasi apabila telah masuk jenjang sekolah umum termasuk Perguruan Tinggi, sedangkan lulusan sekolah umum kemungkinan cukup sulit untuk segera beradaptasi karena adanya materi pelajaran yang bermuatan “keagamaan” Islam. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita selalu bangga menjadi siswa madrasah.

Siswa madrasah harus selalu berproses melakukan pembelajaran secara baik dan benar. Siswa madrasah tidak boleh puas dengan mendapatkan ilmu dalam proses belajar di internal madrasah yang menjadi lembaga belajarnya. Namun, siswa madrasah perlu juga mengikuti kegiatan pembelaran di luar aktivitas proses belajar rutin di lembaganya. Salah satunya, melalui pelibatan siswa madrasah dalam ajang-ajang kegiatan di luar, dimana salah satunya melalui keikutsertaannya dalam ajang seperti Kompetisi Sains Madrasah.

Kta “kompetisi”, dapat diartikan ‘bersaing, berlomba, bertanding dengan cara yang sehat’. Kompetisi harus dimaknai sebagai ajang “pembelajaran bagi siswa” yang ikut serta, jangan sampai kompetisi lebih dimaknai sebagai ajang ‘menang dan kalah’. Kalau dimaknai seperti ini, maka kompetisi hanya untuk dijadikan ajang “prestis” individu dan lembaga sekolah. Dengan ‘kompetisi’ dimaknai media pembelajaran siswa, maka tidak hanya siswa yang ikut saja yang melakukan pembelajaran tetapi para pendidik (Catatan: kata pengajar tidak dipakai dalam tulisan ini karena maknanya menjadikan guru madrasah hanya seperti robot, yaitu datang, absen, kasih materi, tugas kelas dan PR), lembaga juga secara langsung terlibat dalam kompetisi “pembelajaran” ini. Bagaimana para pendidik memberikan oritentasi dan arahan kepada siswa untuk persiapan ikut kompetisi, memberikan motivasi agar siswa memiliki kemantapan dan orientasi yang benar terkait niatan ikut kompetisi, bagaimana guru pendamping berperan terus selama proses kompetisi berlangsung sehingga siswa dapat bersemangat selama mengikuti kompetisi sains, bagaimana lembaga madrasah asal sekolah mempersiapkan administrasi siswa yang akan ikut kompetisi sains, manajamen panitia kompetisi agar pelaksanaannya dapat lancar dan berhasil  dengan didukung lembaga sekolah yang dijadikan sebagai tempat kompetisi sains, dan sekaligus kompetisi ini dijadikan ajang evaluasi atas proses pembelajaran siswa yang ada di lembaga sekolahnya masing-masing selama ini, apakah sudah cukup berhasil atau sebaliknya.

Dalam rangka pelaksanaan kompetisi tersebut, maka Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM 2), Kota Depok mengutus anak didiknya mulai kelas 1 sampai dengan kelas VI untuk berpartisipasi dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tahun 2015 yang dilaksanakan di MI Sirodjul Athfal 3, Kecamatan Cipayung, Kota Depok pada 14 Maret 2015. KSM 2015 ini meliputi Membaca, Menulis dan Berhitung (Calistung) 1,2,3; Bidang IPA, Matematika dan Pendidikan Agama Islam (PAI).

Mahmoud Nuuramin Rais (Nuris) mewakili MIM 2, Depok untuk mengikuti kompetisi Calistung 3. Namun, sebagai peserta yang mengikuti KSM untuk kedua kalinya. Terlihat ada perbedaan kondisi psikoligis dia selama mengikut proses KSM 2015 ini. Dia lebih rileks mengikutinya, meskipun kondisi badannya sudah hampir 2 minggu ini kurang sehat sampai hari H pelaksanaan KSM 2015. Namun, kondisi seperti ini yang kami anggap cukup bagus. Hal ini, kemungkinan dia sudah mendapatkan arahan dari guru Pendamping (pak Rahmad) terkait motivasi untuk mengikuti KSM tahun ini.

foto0223Gambar Atas: Nuris (tengah) sedang mengikuti acara pembukaan Kompetisi Sains Madrasah Tahun 2015

foto0225 Gambar Atas: Nuris sedang santai bersama ibunya (Attik Roofiah, SPi) dan teman siswa lainnya dari MIM 2, Depok (Fahri, Diniyah, Aqila, Inayah, Jundi) paska mengikuti materi tahap I, KSM 2015..

Meskipun, hasilnya di luar dugaan bagi guru Pendamping dan orang tua siswa. Hal ini dikarenakan peserta siswa dari MIM 2, Depok yang mengikuti KSM Tahun 2015 ini tidak ada satu pun yang berhasil menjadi peserta terbaik. Namun, kembali pada tulisan ini bahwa KSM ini sebagai media pembelajaran bersama. Oleh karena itu, capaian atas siswa MIM 2, Depok pada KSM 2015 ini tidak perlu bahwa hal ini dianggap sebagai kegagalan proses belajar mengajar di madrasah, karenanya kita seharusnya lebih merenungkan bersama internal MIM 2, Depok mengapa hal ini dapat terjadi, apakah cara pimpinan madrasah yang keliru dalam proses memimpin sebuah lembaga pendidikan Islam selama ini, apakah guru sebagai pendidik yang kurang optimal dalam bertugas, apakah orang tua kurang memberikan dukungan dalam proses belajar anaknya, atau kah apakah sarana prasarana yang kurang mendukung dalam kegiatan proses pembelajaran siswa selama ini.

Oleh karenanya, kita menatap kedepan bagaimana MIM 2, Depok lebih memperhatikan pada: 1) Menyusun (revisi) kembali terhadap Rencana Kerja Sekolah dengan melibatkan semua pihak (guru, komite sekolah, pihak yayasan) agar RKS yang dihasilkan betul-betul sebagai dokumen yang dikerjakan bersama bukan buatan perorangan; 2) Pola pengelolaan proses belajar mengajar siswa, apakah sudah melibatkan semua dewan guru, komite sekolah sehingga ada proses musyawarah dalam setiap pengambilan kebijakan terkait siswa didik sehingga merasa memiliki terhadap kebijakan yang telah diambil tersebut dan jangan bertindak otoriter karena lembaga adalah milik bersama bukan perusahaan milik individu dengan target sasarannya lebih kepada keuntungan materi, tetapi madrasah lebih pada pencapaian target sasaran siswa yang memiliki kualitas keilmuan dan prilaku yang baik; 3) Perlu ada evaluasi secara rutin (bulan/triwulan/tahunan) karena kegiatannya evaluasi maka perlu melibatkan semua pihak yang berkepentingan (guru, komite sekolah, yayasan) sehinga solusi yang dihasilkan memberikan yang terbaik; 4) Libatkan secara aktif Komite Sekolah karena keberadaannya sudah ada payung hukumnya untuk terlibat mulai dari perencanaan sampai evaluasi terhadap proses belajar mengajar siswa di sebuah lembaga sekolah; 5) Keterbukaan dalam setiap hal terkait pengelolaan keuangan, karena masalah keuangan ini merupakan masalah yang sangat “RISKAN”, apabila sedikit saja ditutupi maka dampaknya akan sangat luas terkait ketidakpercayaan lagi kepada madrasah, dan 5) Dampak lebih lanjut adalah apakah masih ada orang tua yang mau menitipkan putra/putri nya, dengan kondisi madrasah yang kurang kondusif menunjang proses belajar mengajar (pemimpin otoriter, guru seperti robot bukan pendidik, ketidaktransfaranan pengelolaan keuangan, dsb); dan terakhir 6) Harus dilakukan reorientasi kembali terhadap visi, misi, tujuan keberadaan suatu madrasah dalam melahirkan generasi Islam yang militan, intelektual, berakhlak mulia, iaman yang kokoh dan bertaqwa.

Mari merenung, dikerjakan dan istiqomah melaksanakannya. Jangan pernah terjadi lagi kondisi di atas karena kejadian yang terjadi berulang-ulang itu bukan kesalahan akibat lupa tetapi suatu kesengajaan.

Wallahu’alambisawaab….

 

 

 

 

 

 

 

Kompetisi Sains Madrasah Tahun 2014 se Kec Cipayung, Depok

Dalam setiap proses pembelajaran siswa baik tingkat sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah (SD/ MI), sekolah menengah pertama/ madrasah tsanawiyah (SMP/ MTs) maupun sekolah menengah atas/ madrasah aliyah (SMA/ MA), maka perlu alat ukur evaluasi atas segala proses pembelajaran yang selama ini telah dilaksanakan oleh pihak lembaga pendidikan termasuk MI sebagai ujian kemampuan peserta didik selama ini, dimana salah satunya melalui kompetisi (lomba) bidang studi. Ujian itu, apakah yang dilaksanakan rutin oleh internal sekolah baik yang sifatnya formal berdasarkan aturan yang telah menjadi ketentuan pusat atau pun yang sifatnya non formal berdasarkan kebijakan masing-masing sekolah. Salah satu ujian yang sifatnya rutin dan non formal dilaksanakan oleh lembaga pendidikan lainya adalah lomba yang bersifat akademis yang diselenggarakan oleh pendidikan dasar. Oleh karena itu, dalam rangka proses evaluasi tersebut maka Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Muhammadiyah 2, Kecamatan Cipayung, Depok mengutus salah satu perwakilan dari kelas dua (2) yaitu Mahmoud Nuuramin Rais ( Nuris ) untuk mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (Membaca, Menulis dan Berhitung / CALISTUNG) se-Kecamatan Cipayung, Depok Tahun 2014 disamping perwakilan dari kelas 1, 3 sd 6 untuk mengikuti lomba pada bidang lainnya. Lomba ini diadakan pada hari Rabu, 30 April 2014 di MI Sirojul Athfal 3, Cipayung-Depok.

Juara II, Lomba CALISTUNG tingkat Madrasah Ibtidaiyah se Kec Cipayung, Depok 30 April 2014Gambar: Nuris didampingi Ibunya (Attik Roofiah, SPi) dan Ibu Gurunya (Rohmah Nur, S.Pd sesaat menerima Medali Juara II pada hari Kamis, 15 Mei 2014 kemarin.

Ternyata tidak salah, MI Muhammadiyah 2 mengutus Mahmoud Nuramin Rais dalam mengikuti Kompetisi Sains Madrasah ini, terbukti dengan keberhasilannya mendapatkan JUARA II. Mahmoud juga merupakan peringkat I saat kelas kelas 1 dan kelas 2 saat ini.Sedangkan perwakilan dari MI Muhammadiyah 2 lainnya (kelas 1, 3,4,5,6) tidak mendapatkan juara.

Selamat MAHMOUD NUURAMIN RAIS, semoga selalu belajar dan belajar..Selamat ibu ATTIK ROOFIAH yang selalu sabar memberikan bimbingan dan mendampingi putranya dalam proses belajar, meskipun meraih gelar Sarjana Perikanan dari kampus Universitas Brawijaya, Malang tetapi rela menaruh ijazah di laci almari untuk menjadi manajer rumah tangga… Selamat ibu guru MI Muhammadiyah, atas kesabaran memberikan ilmu dan bimbingannya kepada Mahmoud NR. Semoga mendapatkan balasan dari Allah SWT. Aamiin 3x…

Citayam, 16 Mei 2014